Membuka Mata Melihat Asia Lewat Singapore

Kamis, Desember 29, 2016



Hallo Guys, kembali lagi bersama langkah dody. Kali ini gw mau bercerita tentang pengalaman gw ke Singapore. Ini pertama kalinya gw keluar negeri bro. Giman exitednya gw menunggu perjalanan ini. Gw sudah membayangkan gw akan menemukan hal hal baru yang tidak akan gw temui di Indonesia. Perjalanan kali ini gw ditemani oleh tiga orang teman kantor gw yaitu Ibu Dini, Mba Siska dan Asep. Sebelum berangkat gw mempersiapakan barang barang yang akan gw bawa ke sana. Mulai dari pakaian, passpor, dan pastinya uang dolar singapore. Cerita punya cerita dolar singapore sekarang hampir sama ratenya dengan dolar amerika ini membuktikan betapa berkembang pesatnya negara ini. Negara kecil dengan tidak adanya sumber daya alam tetapi bisa maju luar bisa pemerintahan singapre ini.

Saat yang dinanti sudah tiba, Planing sudah siap, koper siap dibawa menuju bandara terminal 2 Internasional. Kami terbang bersama lion air untuk pergi ke singapore, alasanya ya karena murah dan pengalaman kami naik lion air ternyata On time tidak seperti pergi ke daerah di indonesia yang kebanyakan delayed. Perjalanan dari Jakarta ke singapore menempuh waktu satu jam empat puluh lima menit. Cukup sebentar memang dan perbedaan waktu di Jakarta dengan Singapore adalah satu jam.

Sampai di singapore gw berdecak kagum, Ini bandara Changi keren banget ya, kaya hotel bintang lima. ramai bersih nyaman pokoknya The Best. Bandaranya aja udah kaya gini apalagi kotanya ni. Kami langsung menuju imigrasi dan untuk pertama kalinya passpor gw di cap. Biasa petugas imigrasi tanya berapa hari ke singapore? Untuk apa ke singapore? dan ketika capnya nempel dipasspor gw rasanya senang banget. Akhirnya passpor gw di cap juga hahahhah. Setelah semua selesai keluar imigrasi kita langsung menuju MRT yang berada di lantai bestmen bandara.

Kami menukarkan tiket harian di mesin. Biaya yang keluarkan sesuai jarak perjalanan. Tidak usah takut di tinggal dikarenakan MRT disini on time dan yang pasti nyaman, bersih dan aman. Kami menaiki MRT menuju Lavender station tempat kami tinggal yang kebetulan tidak begitu jauh jaraknya hanya transit satu stasiun yaitu tanah merah. Ini dia foto di MRT.

Narsis di MRT bersama Ibu dini dan Asep.
Sesampainya di Stasiun lavender kami mencari Hostel yang kami akan tinggali selama berada di singapore. tidak begitu sulit mencari hostelnya karena kami bertanya dengan orang sana meraka sudah tau. Kami berjalan menuju hostel dan dari kejauhan terpampang spanduk yang bertuliskan Ruckack Inn. Nah itu dia hostelnya. Sebagai info saja bahwa hotel di singapore harganya 3x lipat dari harga hotel di jakarta jadi ketika kita menginap di hostel singapore setara dengan harga Hotel bintang tiga di Jakarta. Ruck Sack inn adalah hostel yang mempunyai rating tinggi di web survey. Cocok banget buat kita yang mempunyai budget rendah. Hostelnya nyaman. dekat dengan pusat perbelanjaan Mustafa dan MRT serta respsionisnya yang friendly. Di hostel ini kami menyewa satu kamar dengan 1 Ranjang king dan 1 ranjang tingkat. Di hostel ini pun sebenarnya berisi 1 kamar dengan belasan ranjang seperti asrama. Kamar mandinya pun di luar kamar dengan tiga toilet.Fasilitas disinipun minim, namanya juga hostel, tetapi jangan salah disini seru banget kita bisa tanda tangan di tembok, bisa makan roti semaunya kita , bikin kopi teh semua gratis,pokonya Ruck Sack Inn rekomen banget.
Foto bersama resepsionit Ruck Sack In Lavender.


Perjalanan pertama hari ini kami mengunjungi daerah bugis. Dengan menaiki Bus dari depan hotel menuju daerah bugis cukup dekat. Oiya naik bus disingapore beda dengan di jakarta ya. disingapore tidak ada kernet bro. kita membayar ongkosnya pada saat kita menaiki  busnya ya. Di usahkan pakai uang pas. karena tidak bisa kembali. transportasi di singapore sangat tertata. Untuk pembayrannya kita bisa pakai kartu turis pass bisa dibeli di bandara atau di outlet seperti Seven Eleven. Sebenarnya bagi turis yang tinggal 4 hari 3 malam di singapore sangat memudahkan memakai turis pas karena 1 kartu untuk semua transportasi. Berhubung kami hanya tinggal 2 hari 3 malam jadi kami tidak membelinya.

Sesampainya di daerah bugis kami memasuki Mal besar bernama Bugis Juction. Tidak berbeda jauh dengan mal mal dijakarta.kita. Disana kita mencari makan malam. Kami menemukan restoran padang di bestment mall ini. Tapi rasanya enggak banget hahah enakan masakan padang di Jakarta, Rasa rempahnya berasa banget pokonya ga rekomendid deh. Selesai makan kami berkeliling sambil melihat lihat kalau ada yang disuka kami beli hahaha. selesai pergi ke mal bugis kami menyelusuri bagian luar mall berana Bugis street. Tempat ini sangat dikenal dikarenakan tempat belanja oleh-oleh murah di singapore.Dari ujung sampe ujung semuanya pedagang kaki lima. tapi sangat rapih dan tentunya bersih. Hari makin malam saatnya kita pulang  menuju hosteldengan membawa belanjaan.

Hari kedua merupakan hari dimana kita harus chek out hostel untuk berpindah hotel Marison namanya. kita ijin dengan respsionis untuk titip koper karena seharian ini kami akan mengunjungi Them park terbesar dan tercangih di asia tenggara bernama Universal studio. bergegaslah kami menuju MRT Litle india. Saking exitednya kami lupa turun dimana MRTnya dan akhirnya kami turun di statiun douby ghout, padahal line tersebut bisa turun di vivo city atau harbour front. Akhirnya kami memutuskan naik taxi dan turun di bestmen hardrock hotel singapore yang langsung terintegrasi dengan universal studio. Sesampainya di universal studio kami sempatkan untuk berfoto di ikonnya universal studio yaitu gambar bola dunia bertuliskan universal studio. ini dia fotonya.
Narsis di depan Bola Dunia bertuliskan Universal Studio.
Waktu menunjukan pukul 10 am waktu singapore. Pintu gerbang telah dibuka. dan kami langsung mengantri masuk. di Universal studio terdapat kawasan yang bisa kita kunjungi ada kawasan Madagascar, Far far away, Last World, Ancient Egypt, Sci-Fi, New York dan Holliwood. Masing masing area terdapat arena bermain yang bikin kalian terkesan. Saya sangat kagum sama theme park ini. Bikin saya tercengah melihat teknologi yang ada di sini. Tiada henti saya mencoba permainan permainan yang ada di Universal studio singapore. Sebagai informasi saya membeli tiket Universal Studio Singapore dari orang indonesia yang tinggal di singapore. beliau menjual tiket dengan harga murah dibawah rata rata harga normal kisaran Rp 450.000,-. Permainan favorit saya ketika disana yaitu Role coster the mummy dan pastinya transformer. Kalian harus coba wahana tersebut, kalian bakal tercengah dengan kata waw, waw waw. Selesai mencoba semuanya kami berisitirahat di area Holliwood ini adalah area terakhir dari kawasan Universal studio.

Berjalan di Area Holliwood Universal Studio Singapore.
Hari semakin sore, saatnya kami meninggalkan area thempark terbesar ini. Kami melanjutkan perjalanan ke salah satu pantai di kawasan Sentosa Island. disana kami melihat sunset beserta kapal kapal besar. Dari kejauhan saya melihat pulau sepertinya pulau Batam, memang benar pulau batam dekat sekali dengan negara tyransit ini. Tak lupa kami berempat wefie dan kami langsung melanjutkan pulang ke hostel untuk mengambil koper dan birpindah ke hotel marison di daerah bugis.

Wefie di salah satu Pantai di Sentosa Island
ini adalah malam terkahir saya di singapore. Rasanya kaki sudah pengen copot karena rasa pegal yang teramat sangat. Lelah berjalan di singapore. malam ini saya sempatkan untuk tidur lebih awal untuk persiapan besok pulang ke jakarta dan packing baju. Hotel ini tidak rekomendid. harganya lebih mahal di bandingkan hotel di Jakarta. Keuntungan tinggal dihotel ini karena dekat dengan warung makan indonesia dan Bugis street.Nikmati aja lah malam ini di kasur hotel yang kurang nyaman ini.

Pagi telah tiba saatnya kami mengemas barang barang untuk kembali ke jakarta. Untuk hari ini boarding kami pukul 9 Pm waktu singapore, jadi kami bisa berkeliling singapore untuk hari terakhir kami. Kami berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di singapore bernama mustafa, sehabis membeli banyak oleh-oleh kami berkunjung ke ikonnya singapore yaitu patung marlion serta gedung yang lagi ngehits di singapore, apalagi kalau bukan Marina Bay sand. Saya sangat kagum melihat bangunan yang ada di singapore benar benar bagus dan unik. Inilah foto foto kami di area marlion park.

Foto dengan background Marina Bay sand

Berfoto dengan latar belakang gedung esplanade.
Berfoto dengan latar belkang Patung Marlion.


Waktu sudah sore saatnya kami mengambil koper di hotel dan melanjutkan perjalanan ke bandara Changi untuk kembali ke Jakarta. Pukul 7pm  kami sudah sampai di bandara changi. Langsung saja kami chek in dan menaruh bagasi kami. Sesudah chek in kami melanjutkan ke konter imigrasi.Waktu masih Pukul 7.30 PM dan kami asik sekali berbelanja dan melihat oleh oleh. Ternyata kami punya kabar buruk.Kami menghabiskan waktu belanja sudah 1.jam 45 menit. Yang artinya kami harus lari ke Gate untuk boarding. Dan ternyata kami ketinggalan pesawat. Sangat menyedihkan rasanya. Kami di marahi oleh petugas boarding karena nama kami sudah dipanggil 3x tapi tidak juga datang. Akhirnya kami bingung semua mengapa? karena bagasi kami semua berarti di pesawat. Kami bertanya dengan petugas bagimana dengan bagasi kami di dalam peswat. Akhirnya kami di ajak muter muter mengurus semua, Mulai dari mengurus Bagasi kami yang tertinggal di pesawat, Mengurus izin tinggal satu hari di singapore dikarenakan kami sudah melewati imigrasi dan mengurus dimana kami boleh menunggu karena Bandara sudah tidak ada penerbangan lagi. Ternyata sangat merepotkan tetapi semua itu terselesaikan. Akhirnya kami mencari tiket malam itu juga dengan penerbangan paling pagi. Akhirnya dapatlah penerbangan terpagi tetapi hanya 2 orang. Yaitu Bu dini dan Asep saya dan siska melanjutkan penerbangan siang jam 1 siang. Dan kami memutuskan untuk tidur di bandara karena di takutkan tertinggal pesawat lagi. Pengalman yang sangat menyedihkan. AC badara yang dingin sangat menusuk badan. Siska dan Bu Dini tidur di ruang menyusui dan katanya hangat disana sedangkan saya dan Asep tidur di bangku yang udaranya sangat dingin.

Menuju Boarding Gate untuk kembali ke Jakarta
Keesokan harinya Siska dan Bu Dini di banguni oleh penjaga ruang menyusui dan di marahi serta diusir karena ini bukan hotel ahhahahahah.karena waktu da subuh asep dan bu dini melanjutkan penerbangan ke jakarta sedangkan saya dan siska menunggu di KFC dan starbuck serta jalan jalan changi airport. dan pukul 11am saya dan siska menuju imigrasi dan boarding kembali. Dan akhirnya kami pulang kejakarta. Itulah pengalaman saya pergi ke singapore 3 Hari 2 Malam. Pengalaman yang menyengkan dan menyedihkan. Terimaksih sudah membaca panjang sekali artikel saya semoga tidak bosan. See you next trip.

You Might Also Like

0 komentar

Facebook

Instagram

Instagram

My Gallery