Explore Gunung Kelud Yang Penuh Drama

Sabtu, Januari 28, 2017


Lankah dody beraksi, Sudah lama juga gak nulis blog tercinta ini. Kali ini gw akan menceritakan keindahan gunung kelud tapi banyak drama di setiap moment. Kalau gak ada drama gak asik broo. Mau tau kan ceritanya cekidot.

Bermula dari perencanaan gw bersama anak eks15 alias komunitas backpacker jakarta RT 15 yang ingin mengeksplore gunung kelud dan gw pengen banget tahun ini nanjak gunung jadi gw mengajukan diri untuk ikut andil dalam eksplore gunung kelud, sadap. Kali ini yang ikut dalam perjalanan adalah Bima, Ucok, Dana , Arul, Aris, Zela, Marta , dan Gw sendiri. Bang Bima telah mempersiapan planing yang akan kita lakukan disana, dimulai dari explore blitar sampai dengan Berfoto bersama di Puncak Kelud. Sebagai informasi bahwa Gunung Kelud adalah sebuah gunung berapi di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, yang tergolong aktif. Gunung ini berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang , kira-kira 27 km sebelah timur pusat Kota Kediri dengan ketinggian 1731 mdpl.
Aris, dody, Marta, Arul, Bima, Dana, Zela Potret by Ucok

Drama 1
Sesuai rencana kami akan berenam, Gw, Mama Marta, Zela, Dede Arul, Aris dan Bang Dana berkumpul di stasiun senen, Jumat 27  Januari 2017 pukul 14.00WIB. Sedangkan Bang Bima sudah sampai Blitar untuk mempersiapakan kedatangan kita, Untuk Ucok ada kerjaan dadakan jadi ia menyusul dari Bali menuju Blitar. Kereta yang kami naiki adalah Mataremaja yang akan berangkat pukul 15.15 WIB. Pukul 14.30 Zela, Dede Arul , Aris  dan Bang Dana Sudah berada Di stasiun  Senen  dan Disusul datangnya gw dengan memakai helm (pakai acara helem kebawa dikepala gw dan gw harus menitipkan helem dengan traip Rp 5.000/ hari) Ampun DJ. Kami masih menunggu Mama Marta yang masih dalam perjalanan. Tapi waktu sudah menunjukan pukul 15.05 WIB dan gw memutuskan yang lain untuk masuk ke dalam peron agar tidak ketinggalan kereta gw menunggu di pintu antrian. Informasi suara kereta pun sudah gw dengar tetapi Mama Marta belum tiba juga. Dan Sampai akhirnya Kerta jalan dan mama marta datang . dan gw spontan ngomong YAAA JALANN. Dan kami berdua tertinggal kereta.

Drama 2
Setelah drama 1 selesai kami langsung menuju loket untuk cari tiket selanjutnya, tetapi hasilnya nihil, tidak ada bangku kosong untuk pemberangkatan selanjutnya. Kami langsung menuju terminal bus Rawamngun mencari bus yang hendak menuju rute Blitar. Didalam mobil gw dan mama marta mempunyai rencana rencana karena berfikir gak mungkin gw pulang lagi dan gak jd explore gunung kelud. Seampai di rawamangun ternyata sudah tidak ada lagi bus ke jawa timur di rawamangun dipindahkan ke pulogebang. Alhasil kami berdua naik bus Jurusan surabaya dan ganti bus di pulogebang dengan jurusan Malang. Mungkin ini adalah perjalanan menggunakan bus terpanjang yang pernah gw lalui karena didalam bus 24 jam benar benar bosan, Bokongpun menjadi tepos. Tapi ini yang dinamakan jalan-jalan. Tekad sudah kuat tidak bisa terpisahkan.

Stasiun Senin, Bus AP Lorena with Marta

Drama 3
Haripun berganti dan karena tidak sesuai jadwal jadi Bang Bima, Zela Dede Arul, dan Bang Dana serta disusul Ucok mengajukan diri untuk mengikuti plan yang ada mereka mengeksplore blitar dari pagi hari mulai dari mengunjungi bukit teletubis, sampai mengunjungi candi penataran. Karena gw belom sampai sampai jadi di grup kami membahas plan bahawa bagaimana kalau mereka jemput kami dimalang dikarenakan bus kita jurusan malang dan disana mereka bisa mengeksplore Malang. Dan mereka menyetujuinya dan langsung menuju malang. Senjapun tiba gw dan mama marta masih didalam bus dan mereka masih mengexplore malang mengunjungi alun alun malang. Yeay akjirnya sampai juga diterminal dan gw bertemu ke enam penjelajah kelud. Kami semua mampir ke rumah bude dari marta untuk sekedar istirahat dan mandi karena gw seharian belom mandi. Setelah itu kami melanjutkan untuk kulineran dan membeli logistik di malang dan menuju blitar.
Wisata Bukit teletubies dan Candi penataran
Makan Malam bersma di rumah makan area malang

Drama 4
Karena sampai blitar Minggu, 29 Januari 2017 Pukul 1 dini hari jadi kami memutuskan untuk beristirhat dikarenakan rencannya pukul 4 am kami harus sudah berangkat menuju gunung kelud. Kami bermalam di rumahnya bang Bima. Bukannya pada tidur malah becanda sampai pukul 2 pagi. dan akhirnya gw matikan lampu supa bisa istirahat dan kami terlelap tidur sampai kebablasan pukul 5 am. Kami bergegas berangkat bermodalkan mobil yang di setir Ucok yang sudah terjamin kredibilitasnya. Bermodalkan google map kami menuju kelud via jalur tulungrejo. Ucok membawa mobil dengan sangat cepat tanpa rem bro. Tapi di tengah perjalnan ada kendala dimana di peta harus lurus sedangkan jalan itu ditutup pusinglah kita.  Karena gw sebelum tidur browsing jadi gw punya opsi jalan dan kita semua mengikuti hasil browsingan gw. Sampai juga kita di Pos registrasi Gunung kelud pukul 6.00 am. Bang Bima mendaftarkan nama nama kita semua dengan biaya Rp 10.000,-/ orang untuk Simaksi  dan Rp 10.000 untuk Ojek Pickup, karena dari pos simaksi sampai pintu masuk area gunung kelud kita bisa menaiki ojek.

Pos Registrasi Gung Kelud

Drama 5

Dari gerbang masuk ini dimulai. Jalur menuju pos 1 masih jelas. banyak petunjuk arah di perjalanan signalpun masih kenceng sampai gw bisa live instagram. Jalur ini kita disuguhkan oleh pemandangan hutan pinus yang masih rimbun dan semak serta pohon bambu. Jalur  masih landai menanjak dalam masa wajar karena masih menyelusuri bukit. Tak berselang lama jalur mulai menyempit, menanjak dan tiba di POS 1. Pos 1 adalah tempat paling nyaman dikarenakan terdapat Gubuk untuk beristirhat.Waktu tempuh perjalanan Basecam ke pos 1 adalah 1 jam 30 menit.
Perjalanan Menuju Pos 1
Selepas Pos 1 Jalur langsung menanjak menyusuri hutan yang rimbun dan rapat. Pepohonan besar dan berlumut akan mendominasi trek berupa jalan setapak. Waspadalah dengan pacet yang banyak disepanjang jalur. Di jalur yang menanjak disebalah kanan, tampak dertan pegunungan Arjuno - Welirang dan penuh dengan vegetasi alang yang menutupi jalan setapak. Pos 2 di gunung kelud tidak terlalu jelas terlihat dikarenakan terdapat didalam hutan yang rimbun. Setelah berjalan puncak Pos 3 akan tampak jelas bahwa masih harus mendaki satu tanjakan lagi dan selanjutnya jalur kembali rapat , menanjak berbelak belok haingga akhirnya samapai di area terbuka yaitu pos 3. Perjalanan dari Pos 1 ke Pos 3 adalah 2 Jam.
Jalan Menuju Pos 4 yang kanak kiri adalah perbukitan dan Jurang
Pos 3 merupakan area yang cukup lebar dengan pemandangan terbuka yang sangat indah memanjakan mata. disini terlihat jelas puncak gunung kelud dan sebelah timur  gunung butak. Biasanya di pos 3 banyak orang mendirikan tenda karena area yang cukup luas. Selepas dari pos 3 kami beranjak ke pos 4 .Dijalur ini diperlukan kekuatan fisik dan kehatihatian dikarenakan kanan kiri kita adalah jurang. Tempat kita berpijak pun adalah batu berlumut, Pasir dan banyak sekali ulat bulu. dari kejauhan terlihat area POS 4 yang bisa dibilang selanghkah lagi mencapai puncak kelud. Perjalanan dari Pos 3 ke Pos 4 adalah 30 menit.

POS 3 tempat mendirikan tenda 

Narsis biar Eks15t di Pos 3

Bang Bima, Bang Dana, Zela, Arul, Aris sudah sampai di pos 4.  Gue, Marta dan Ucok masih menuju pos 4 ,berselang beberapa menit gw bergabung bersama yang lain untuk menuju Puncak kelud. Sedangkan Marta dan Ucok masih tertinggal di Pos 3 menuju pos 4. Perjalanan dari pos 4 ke puncak adalah 30 menit. dengan jalanan yang menanjak terjal dan berbatu.  Sesampainya di Puncak kami menikmati keindahan dan bersukur telah mencapai puncak kelud. Indah sekali puncak ini. Terlihat Kawah dan padang pasir yang memanjakan mata.

Pemandangan Pos 4 dan Pos 3 dari puncak kelud

Suasana Di Jalur Kelud

Ketika kami sampai pucak saya mendapatkan telepon dari ucok bahwa mama marta terjatuh. Saya dan yang lain langsung panik dan kami memutuskan untuk turun . Selang beberapa menit Ucok telepon lagi bahwa mama marta tidak parah. dan kita di suruh melanjutkan foto foto untuk beberapa menit dan kembali menuju tempat mama marta terjatuh. Kami semua turun untuk melihat kondisi mama marta. Saya melihat bahwa mama marta sakit untuk jalan. Waktu menunjukan pukul 1.30 siang. Sedangkan kereta kami berangkat dari stasiun Blitar pukul 18.50WIB. kami sanat bingung pada saat itu hal yang kami bisa lakukan hanya mengobati mama marta serta memberi suport untuk bisa turun sebelum jam 5 sore. Dengan sekuat tenaga mama marta bangun dan menuju pos 3 dimana jalur dari mama marta terjatuh sampai ke pos 3 jalananya cukup curam. Saat itu hujanpun  turun dengan deras. Kami bergotong royong untuk bisa sampai puncak pos 3. waktu pukul 2.30 siang dan akhirnya kami sampai di puncak pos 3. Ucok menelpon TIM SAR Kelud untuk mengirimkan bantuan. Kami berteduh sejenak di tenda POS3 dan sekalian beristirahat. Akhirnya di obrolan kami tersirat untuk berpisah dengan kesepakatan karena takut tertinggal kereta. Kesepkatannya adalah. Saya, Zela, Bang Bima, Aris, Bang Dana untuk turun duluan dan menunggu di pos registrasi sampai pukul 5 sore kalau Ucok Arul dan Marta tidak sampai pukul 5 di pos registrasi kami langsung menuju stasiun kreta blitar. Sedangkan Arul Ucok dan Mama marta menunggu bantuan SAR datang menandu mama marta. Dengan kesepakatan kami laksanakan. Kami ber 5 jalan cepat sekali sampai pukul 4.30 kami sudah di gerbang masuk gunung kelud. dan menaiki mobil pick up untuk menuggu di pos registrasi. Kami berkompromi kembali bagaimana ini hampir pukul 5 mau di tinggal apa mau menunggu. Pada saat itu kami semua berdebat dengan membuat opsi opsi mulai dari kita menunda perjalanan pulang, sampai naik ojek ke stasiun wlengi. Pukul 5 sore telah tiba sesuai kesepkatan bahwa kita akan meningglkan arul ucok dan marta tapi Tuhan baik sekali ketika kita mau memasuki mobil. Ucok, Mama Marta dan Arul tiba menggunakan mobil pick up. dan kami bergegas pergi meninggalkan pos registrasi.

Drama 6
Perjalanan dari Pos registrasi gunung kelud ke stasiun blitar memakan waktu 1 jam 30 menit. tetapi saat ini waktu menunjukan pukul 5 lewat. Dengan semngat ucok membawa mobil dengan kekuatan tinggi tanpa rem. Ini si super ekstrim dibandingkan naik tornado di dufan. Salut deh sama ucok bawa mobilnya. Pukul 6 sore kami sampai di kediaman bang bima untuk pamitan dan ambil perlengkapan. disana kita hanya mempunayi waktu 10 menit untuk beres-beres barang kita dan pamitan karena 45 menit lagi kereta kita berangkat dari stasiun Blitar. Dramanya adalah tiket kereta Gw arul dan marta adalah bukan dari stasiun Blitar tapi stasiun wlengi. Untung saja itu bisa diatasi karena stasiun wlengi itu ada seblum stasiun  blitar. Dengan tergesa gesa kami menuju stasiun blitar. Waktu yang kami punya tinggal 30 menit lagi. Saudara dari bang bima mengantar kami menuju stasiun blitar dengan ngebut tapi tidak sengebut ucok. kami waswas takut tertinggal kereta. Akhirnya kami sampi di stasiun blitar dan kami semua menuju tiketing untuk ngeprint tiket perjalanan ke jakarta, masih ada waktu 5 menit dan kami masuk peron dengan tidak tertinggal kereta.

Didalam kereta tampaknya kita semua sudah lelah sekali tetapi saat itu seat kereta memang lagi penuh. Kondisi cape lelah dengan kereta ekonomi bener benar hal yang tidak mengasikan, akhirnya semalama gw ga tidur sampai pukul 5. gw baru bisa tidur di kolong bangku. dan pukul 8 pagi kami sudah sampai di stasiun senen. Itulah perjalanan singkat kami mengexplore Blitar Gunung kelud serta malang. Semoga cerita ini menjadi informasi dan refrensi perjalanan anda.
Terimaksih Untuk Bima, dana, Zela, Marta, Arul, Ucok dan Aris See youu



You Might Also Like

3 komentar

  1. Y Allah sumpah. Baca ceritanya lg jd bkin deg2an lg. Pengalaman yg unik, lucu, seru, dan g nyesel dah jalan sma kalian2 semua. Sampe akhirnya kita bs pulng ber8 satu gerbong itu hasil yg luar biasa. G ada yg ninggiin ego. Pokoknya aku salut. I love you all.

    BalasHapus
  2. yoi penuh drama banget.

    Seumur umur belum pernah pulang ke malang naik bis. Yaampun.
    Itu nyiksa banget.

    Waktu liburan lebaran temen temen dulu malah pernah kena macet sampe 40 jam perjalanan. Ampun ampung udah tepos banget itu pantat kali yah.
    wkwkkw

    Terus.. kalo aku jadi kalian. aku juga bingung.
    Gak bakal mau ninggal mama marta.
    Tapi gabisa egois juga nungguin dia... sementara jangan sampai terulang kejadian ketinggalan kereta. fuuuh.~

    Tapi mamah marta udah baikan kan sekarang?

    btw lain kali kalau mau naik gunung japri yo. Aku belum pernah, pengen ikutan.
    yang landai landai aja dulu boleh gak?
    wkwkwkw

    BalasHapus

Facebook

Instagram

Instagram

My Gallery